Asas-Asas Pemikiran

Posted on January 23, 2011

2



dalam suatu aktivitas berpikir kita tidak boleh melalaikan sebuah patokan pokok yang oleh Logika disebut Asas berpikir.

sebagaimana kita ketahui bahwa asas adalah pangkal atau asal darimana sesuatu itu muncul dan dimengerti. asas berpikir berarti sebuah pengetahuan dimana pengetahuan lain muncul dan dimengerti. kapasitas asas bagi kelurusan berpikir ini adalah mutlak, benar salahnya suatu pemikiran tergantung pada terlaksana tidaknya asas-asas ini. ia adalah dasar dari segala pengetahuan dan ilmu.

Asas pemikiran terbagi tiga, yaitu :

1. Asas Identitas (principium identitas = qanun zatiyah)

ia adalah dasar dari semua pemikiran dan bahkan asas pemikiran lain. kita tidak mungkin berpikir tanpa prinsip ini, Prinsip ini mengatakan bahwa sesuatu itu adalah dia sendiri, bukan orang lain. jika kita mengakui bahwa sesuatu itu adalah Z maka ia adalah Z, bukan A, B atau C. bila kita beri perumusan akan berbunyi “jika proposisi (pernyataan yang membentuk pemikiran) itu benar maka benarlah ia”.

2. Asas Kontradiksi (principium contradictoris = qanun tanaqud)

prinsip ini mengatakan bahwa pengingkaran sesuatu tidak sama dengan pengakuannya. .jika pada suatu saat kita mengakui bahwa sesuatu itu bukan A, maka tidak akan mungkin pada saat itu ia adalah A sebab realitas ini hanya satu sebagaimana disebutkan oleh Asas Identitas. dengan kata lain, dua buah pernyataan yang kontradoktoris tidak mungkin bersama-sama secara simultan. jika hendak kita rumuskan, akan berbunyi “tidak ada proposisi yang sekaligus benar dan salah”.

3. Asas penolakan kemungkinan ketiga (principium exclusitertii = qanun imtina’)

asas ini mengatakan antara pengakuan dan pengingkaran, kebenaran terletak pada salah satunya. pengakuan dan pengingkaran merupakan pertentangan yang mutlak, atinya, tidak mungkin benar kedua-duanya juga tidak mungkin salah kedua-duanya. pernyataan kontradikotoris kebenerannya terletak pada salah satunya (tidak memerlukan kemungkinan ketiga). jika kita rumuskan akan berbunyi “suatu proposisi selalu dalam keadaan benar atau salah”.

dikutip dari buku Logika. Drs. Mundiri

Advertisements
Posted in: Pengetahuan Umum